Tuesday, June 25, 2013


            Angin malam mulai menelisik diam-diam dalam keheningan. Zat adiksi itu kembali―lagi. Zat adiksi yang pernah hadir dan sangat dirindukannya nampak kembali menampar indra peraba dengan begitu lembut seperti kala itu. mulai menyelinap dengan ragu, tak begitu mantap memang. Panggil saja, cinta.

Iya, zat itu bernama cinta. Apa kau mengenalnya? Zat penuh senyawa adiksi yang pernah hadir diantara kau dan gadis itu. cinta. awal dari segalanya. Perkenalan, suka, dijalani, dan akhirnya patah hati. “Toh, untuk apa dipertemukan kalau nantinya akan dilepas juga?”. Pertanyaannya sekarang, bertahan atau ….? -,-

No comments:

Post a Comment