Angin malam mulai menelisik diam-diam
dalam keheningan. Zat adiksi itu kembali―lagi. Zat adiksi yang
pernah hadir dan sangat dirindukannya nampak kembali menampar indra peraba
dengan begitu lembut seperti kala itu. mulai menyelinap dengan ragu, tak begitu
mantap memang. Panggil saja, cinta.
Iya, zat itu
bernama cinta. Apa kau mengenalnya? Zat penuh senyawa adiksi yang pernah hadir
diantara kau dan gadis itu. cinta. awal dari segalanya. Perkenalan, suka,
dijalani, dan akhirnya patah hati. “Toh, untuk apa dipertemukan kalau nantinya
akan dilepas juga?”. Pertanyaannya sekarang, bertahan atau ….? -,-

No comments:
Post a Comment