Thursday, May 23, 2013



I love you without knowing how or when, or from where.
I love you simply, without problems or pride.
I love you in this way because I do not know-
any other way of loving, but this… J

            

           Hari ini aku bertemu denganmu―lagi. Jika dilihat sekilas, kau nampak biasa saja. Tak banyak yang berubah, mungkin. Badanmu masih utuh, masih ada sepasang tangan dan kaki yang melekat pastinya, wajahmupun masih dilengkapi dengan mata, hidung, telinga dan mulut seperti seharusnya, yah… setidaknya tak ada yang kurang! Oh, ya… Kau tahu? Kadang, aku seperti seorang idiot yang mencuri dengar percakapan antara bintang dan rembulan di malam hari. Jujur saja, bukan karena aku ingin mencampuri urusan mereka, akan tetapi… semua dikarenakan indra pendengaranku sudah begitu muak dengan bunyi-bunyian yang selalu diakhiri dengan namamu dalam rentetan kalimatnya. Oh tidak! Sepertinya, aku mulai menyukaimu―lagi, untuk kesekian kalinya. bodohkan?


“How can I give my heart to someone,
When the last person I gave hasn’t given it back to me?”

Saturday, May 18, 2013



I've been awake for a while now
You've got me feelin' like a child now
'Cause every time I see your bubbly face
I get the tingles in a silly place
It starts in my toes
And I crinkle my nose
Wherever it goes I always know
That you make me smile
Please stay for a while now
Just take your time
Wherever you go
The rain is fallin' on my window pane
But we are hidin' in a safer place
Under the covers stayin' safe and warm
You give me feelings that I adore
They start in my toes
Make me crinkle my nose
Wherever it goes
I always know
That you make me smile
Please stay for a while now
Just take your time
Wherever you go
What am I gonna say
When you make me feel this way?
I just, mmm
It starts in my toes
Makes me crinkle my nose
Wherever it goes
I always know
That you make me smile
Please stay for a while now
Just take your time
Wherever you go
I’ve been asleep for a while now
You tucked me in just like a child now
'Cause every time you hold me in your arms
I'm comfortable enough to feel your warmth
It starts in my soul And I lose all control
When you kiss my nose The feelin' shows
'Cause you make me smile
Baby just take your time now
Holdin' me tight
Wherever, wherever, where ever you go
Wherever, wherever, where ever you go


Thursday, May 16, 2013



Malam, aku ingin bercumbu denganmu karena siang telah menikamku. Bulan, aku ingin memelukmu karena matahari telah menamparku. Fajar, aku ingin kau sentuh jiwaku yang sedang membara hingga terasa sejuk dengan hawamu. Dan senja, aku ingin jadi kekasih abadimu. Karena dalam jinggamu, kudapati seutas jiwaku yang hilang asa.
-ketika tuhan jatuh cinta-


“Saat pertama kali bertemu denganmu, tak ada yang asing. Kau seperti dikirimkan dari masa lalu, seseorang yang memang seharusnya menghuni ruang hatiku. Namun, tak ada dari kita yang menyadarinya. Sampai aku bergerak menjauh, dan kau berbalik menghilang. Padahal rinai tawamu kusimpan dan selalu kujaga dengan rindu menderu. Diam-diam aku membisikkan harap, kapan kita berjumpa lagi?”
-Fly to the Sky-
Nina Ardianti&Moemoe Rizal


           Cinta itu, tidak layak untuk disalahkan. Mau bagaimana lagi? Cinta kadang hadir tiba-tiba, tanpa permisi malah… yah, begitulah cinta. Ia mengalir begitu saja, Tanpa beban. Cinta tanpa syarat? Cinta yang tanpa alasan, polos, begitulah. Saat dimana kalian bahkan harus menghabiskan waktu untuk tahu “kenapa kalian jatuh cinta?”, dan begitu ber-eagernya untuk tahu mengapa kalian harus menyukai, menyayangi, mencintai, bahkan tidak ingin kehilangan seseorang… Begitulah cara cinta bekerja. Tak kenal waktu, tempat, bahkan orang. Ingatkah? Saat mentari mulai kembali ke peraduannya, saat si rembulan telah siap dengan sinarnya yang menawan? Sunyi, sepi, hening. Yang terdengar hanyalah darah yang berdesir , dan detak jantung yang menyalahi aturan itu. Gelisah. “Seperti inikah cinta?”. Masih ingatkah kalian? Cinta yang seperti itu? Beginilah cinta. Ia abstrak, Blur, sulit untuk dijelaskan.


Cinta datangnya bukan gak tepat waktu.
Cek arlojimu, Mungkin kamu yang
Masih terjebak di detik yang lalu.
           
-Lollylove-



                Hei, cinta! Apa kabarmu di seberang sana? Baikkah? Apakah kamu sedang sakit? Demam? Atau flu kah? Jika ia, semoga lekas sembuh. Hmm, Apa kamu sudah makan? Minum? Atau tidak keduanya? Oh iya, bagaimana harimu dengan gadis barumu itu? apa menyenangkan? Ku harap begitu. Apa ia dapat membuatmu tersenyum setiap saat? Sepanjang hari bahkan?
            Hmm, apa ia memberimu beberapa lelucon? Apa kau tertawa selepas saat itu? Apa ia selalu menjaga perasaanmu? Bagaimana dengan moodmu? Oh, mari ku tebak! Harimu pasti indah, ceria, tanpa kelabu. Iyakah? Dan pastinya kalian selalu akur, karena… itu yang kau mau, pasti. “I promise, I won’t ever leave you for anything, anyone, nor for any reason.” Apa beberapa kosa kata dalam kalimat itu terdengar familiar bagimu? Yah, seharusnya seperti itu. tapi, mau bagaimana lagi, gadismu yang sekarang bukan lagi seseorang yang ada di masa lalu.
            Tapi… bolehkah aku bertanya beberapa hal? Sekedar untuk me-refresh kembali ingatan masing-masing saja, tak lebih.
            Apa kau masih ingat hari-hari itu? Hari indah lainnya yang sudah jadi kenangan itu. Ingatkah? “Si gadis masa lalu” yang dulu pernah menggenggam erat tanganmu, bahkan selalu memimpikanmu di setiap tidur malamnya. Berlebihan? Tidak juga. Untuk seorang “gadis masa lalu” yang pernah jatuh cinta kepadamu, apakah pengakuan sesederhana itu akan membuatnya dijatuhkan hukuman penjara seumur hidup? hmm? Tentu saja tidak.