Hari ini aku
bertemu denganmu―lagi. Jika dilihat sekilas, kau nampak biasa
saja. Tak banyak yang berubah, mungkin. Badanmu masih utuh, masih ada sepasang
tangan dan kaki yang melekat pastinya, wajahmupun masih dilengkapi dengan mata,
hidung, telinga dan mulut seperti seharusnya, yah… setidaknya tak ada yang
kurang! Oh, ya… Kau tahu? Kadang, aku seperti seorang idiot yang mencuri dengar
percakapan antara bintang dan rembulan di malam hari. Jujur saja, bukan karena
aku ingin mencampuri urusan mereka, akan tetapi… semua dikarenakan indra
pendengaranku sudah begitu muak dengan bunyi-bunyian yang selalu diakhiri
dengan namamu dalam rentetan kalimatnya. Oh tidak! Sepertinya, aku mulai
menyukaimu―lagi, untuk kesekian kalinya. bodohkan?
untuk mencemburuimu saja
tak berhak, apalagi untuk menggapaimu? tidak mungkin! Ini realita, dan masing
masing dari kita jelas tidak hidup dalam cerita fiksi orang dewasa yang penuh
imajinasi dan khayalan itu. semua kembali seperti sedia kala, ya… begitulah
seharusnya. mengagumimu dalam diam seperti dahulu saja, sudah lebih dari cukup
bagiku.
No comments:
Post a Comment