Thursday, May 23, 2013


            

           Hari ini aku bertemu denganmu―lagi. Jika dilihat sekilas, kau nampak biasa saja. Tak banyak yang berubah, mungkin. Badanmu masih utuh, masih ada sepasang tangan dan kaki yang melekat pastinya, wajahmupun masih dilengkapi dengan mata, hidung, telinga dan mulut seperti seharusnya, yah… setidaknya tak ada yang kurang! Oh, ya… Kau tahu? Kadang, aku seperti seorang idiot yang mencuri dengar percakapan antara bintang dan rembulan di malam hari. Jujur saja, bukan karena aku ingin mencampuri urusan mereka, akan tetapi… semua dikarenakan indra pendengaranku sudah begitu muak dengan bunyi-bunyian yang selalu diakhiri dengan namamu dalam rentetan kalimatnya. Oh tidak! Sepertinya, aku mulai menyukaimu―lagi, untuk kesekian kalinya. bodohkan?

            untuk mencemburuimu saja tak berhak, apalagi untuk menggapaimu? tidak mungkin! Ini realita, dan masing masing dari kita jelas tidak hidup dalam cerita fiksi orang dewasa yang penuh imajinasi dan khayalan itu. semua kembali seperti sedia kala, ya… begitulah seharusnya. mengagumimu dalam diam seperti dahulu saja, sudah lebih dari cukup bagiku. 

No comments:

Post a Comment