Thursday, May 16, 2013



                Hei, cinta! Apa kabarmu di seberang sana? Baikkah? Apakah kamu sedang sakit? Demam? Atau flu kah? Jika ia, semoga lekas sembuh. Hmm, Apa kamu sudah makan? Minum? Atau tidak keduanya? Oh iya, bagaimana harimu dengan gadis barumu itu? apa menyenangkan? Ku harap begitu. Apa ia dapat membuatmu tersenyum setiap saat? Sepanjang hari bahkan?
            Hmm, apa ia memberimu beberapa lelucon? Apa kau tertawa selepas saat itu? Apa ia selalu menjaga perasaanmu? Bagaimana dengan moodmu? Oh, mari ku tebak! Harimu pasti indah, ceria, tanpa kelabu. Iyakah? Dan pastinya kalian selalu akur, karena… itu yang kau mau, pasti. “I promise, I won’t ever leave you for anything, anyone, nor for any reason.” Apa beberapa kosa kata dalam kalimat itu terdengar familiar bagimu? Yah, seharusnya seperti itu. tapi, mau bagaimana lagi, gadismu yang sekarang bukan lagi seseorang yang ada di masa lalu.
            Tapi… bolehkah aku bertanya beberapa hal? Sekedar untuk me-refresh kembali ingatan masing-masing saja, tak lebih.
            Apa kau masih ingat hari-hari itu? Hari indah lainnya yang sudah jadi kenangan itu. Ingatkah? “Si gadis masa lalu” yang dulu pernah menggenggam erat tanganmu, bahkan selalu memimpikanmu di setiap tidur malamnya. Berlebihan? Tidak juga. Untuk seorang “gadis masa lalu” yang pernah jatuh cinta kepadamu, apakah pengakuan sesederhana itu akan membuatnya dijatuhkan hukuman penjara seumur hidup? hmm? Tentu saja tidak.


        Hey, bolehkah aku bertanya lagi? Masih ingatkah kau dengan “si gadis masa lalu” itu? masih mampirkah ia di benakmu sampai saat ini? Atau mungkin, kau memang sudah benar benar melupakannya? Sebegitu bencinya kah kau dengan “si gadis masa lalu” itu? Sebegitu marahkah kau dengan gadis itu? entahlah, namun sepertinya, “si gadis masa lalu”mu itu nampak begitu jelas mencuri pandang ke arahmu akhir akhir ini. Kadang ia nampak salah tingkah, malu, begitulah. Mungkin akan ada saatnya dimana kau harus segera berbalik untuk mencari sosok itu kembali. Dan lihatlah, Ia masih menunggumu. Ia, seseorang dengan julukan “Gadis masa lalu” itu  sekarang menghampirimu. Dengan senyum khasnya, ia pun hanya sanggup berdiri kaku dan  menatapmu begitu lekat, sangat lama.  Kau hanya diam, tak tahu bagaimana harus memulai. Hening, sunyi, senyap… “Lama tak bersua”, gadis itupun tersipu malu setelah mengucapkan 3 kosa kata yang membuat jantungnya mulai berdetak menyalahi aturan, seperti dahulu. jari jari tangannya mulai ia mainkan dengan gemasnya, semua terasa begitu asing. Iya, tidak sehangat waktu itu. tidak ada lagi rinai tawa seperti saat itu, beda. Masih tak ada jawaban. Kau masih memilih untuk bungkam dan mengunci mulutmu begitu rapat. “gadis masa lalu” itu kembali terlihat gelisah. Ia mulai menghentak hentakkan sepasang kaki mungilnya. Selang beberapa detik kemudian, 1…2…3… Ia datang, siapa lagi? Gadis idamanmu. Gadismu saat ini. Ia tersenyum tajam sambil berdiri di sampingmu. Tak hanya itu, Matanya seperti mengisyaratkan bahwa kau miliknya dan gadis lain di depanmu saat itu bahkan tak diperbolehkan untuk melirikmu meski hanya setengah senti pun. Gadis barumu terlihat begitu cantik, namun sangat nampak bahwa ia benar benar tak menyukai “si gadis masa lalu” ini. Kedua gadis itu mulai beradu pandang, pemandangan seperti ini nampaknya tak begitu baik. “si gadis masa lalu”mu itu pun berbalik ke arahmu, “Maaf”, kata “si gadis masa lalu”.  Senyum mulai merekah dari bibir gadis itu. Namun… coba kau perhatikan dengan lebih seksama.  Senyum itu, nampak begitu tulus namun menusuk. Lalu ia kembali melanjutkan perkataannya dengan begitu hati-hati. “Maaf, karena pernah diam-diam menyukaimu. dan sekarang nampaknya kau harus bergembira setengah mati, dikarenakan gadis masa lalu yang menyusahkan dan menyebalkan ini kini tak menyukaimu lagi”. J

No comments:

Post a Comment