Kau
pun seharusnya tahu, tentang setiap penyesalan yang
menamparnya begitu dalam, tentang isyarat matanya yang selalu menatapmu nanar,
tentang hati yang remuk karena rasa tak berbalas dan sebuah kisah tanpa judul
dengan akhir tak tentu ini.
Gadis itu masih berdiri
terpaku tak bersua sambil sesekali memberanikan diri untuk melirikmu. Yang ku
tahu… Ia pernah menunggu, tepat sekali. ia pernah menunggu begitu lama meskipun
ia sadar orang yang ditungguinya itu mungkin takkan pernah kembali untuknya.
Menunggu sudah jadi rutinitas dan kebiasaannya setahun belakangan ini. Ia
pernah menunggu, dan sekarangpun seperti itu. ia telah terbiasa dengan kata
“menunggu”. Bosan? Tidak sama sekali. ia menyukaimu. benar benar menyukaimu.
bukan sekedar suka, tapi “benar benar” suka. Kau pun seharusnya tahu itu J
No comments:
Post a Comment