Thursday, October 3, 2013

Family is everything. They make life worth living ;)

            Hai hai semuaaaa :D lama tak jumpa! Bonjour. Morning. Annyeounghaseyo~ Dan Selamat pagi tentunya, duniaaaaa. Hehehe. Sudah beberapa hari terakhir saya tidak sempat berceloteh panjang lebar di blog ini. Yaa, maklumlah, saya kan pelajar. Tiap hari tugasnya belajar *jangansooook~ -,- wkwkwk. Oh iya, buat entri kali ini, saya mau cerita tentang orang yang paling dekat sama kita… Keluarga, yaah pokoknya seperti itulah J
            Keluarga. Takdir. Hadiah. Iya, keluarga itu anugerah. Nikmat paling berharga yang Tuhan titipkan ke kita, khususnya para manusia yang sering buat salah seperti kita ini… pernah dengar ga? lagu judulnya my mother yang penyanyinya Yusuf Islam itu? Waah, suka sekali dengar liriknya :3 touching sekali pake ‘banget’ pokoknya. *hiks, jadi terharu -_- lagu yang judulnya my mother ini, *Ituloh yang sering saya putar sampai buat nangis sesungukan* ceritanya itu tentang seorang anak yang bertanya soal siapa yang lebih penting dan perlu didahulukan buat anak ini sayangi setelah Allah dan Rasulullah… dan ternyata nama “ibu” itu di sebutkan 3 kali berturut turut barulah nama “ayah”. Nah loh, artinya apa dong? Yaa jelaslah, ibu itu sangat sangatlah penting buat kita. Dia yang dengan sabar menunggu, merawat, menjaga dan menyayangi kita mulai dari kita masih di dalam kandungan. Bayangin deh 9 bulan 10 hari  seorang ibu dengan jabang bayi didalamnya. Belum lagi waktu persalinan. Iya, pas kita lahir, pasti sakit sekali penderitaan yang seorang ibu alami ;( Bayangin loh, melahirkan kita itu bisa jadi antara hidup dan mati! Wah, salut deh buat ibu-ibu sedunia, khususnya buat mama saya tentunya *ciee :’) seperti liriknya “my mother” yang satu ini… huhuhu, terharu sekali rasanya. Pas kena di hati pokoknya~ aaaaaaah…

“Because who used to feed you and always be with you. And when you were sick, she stayed up all night, holding you tight. That’s right, your mother. My mother!~”

            Pernahkah seperti itu? waktu sakit, dengan wajah innocent, apalagi waktu masih kecil, mungil, polos, belum ngerti apa-apa dan hanya bisa teriak, menangis, sambil mengadu tengah malam kepada seorang malaikat yang begitu tegar bergelar “ibu” dan bilang dengan sejujur-jujurnya kalau kita sakit. Dan setelahnya, apa yang kalian lihat? Apa malaikat tanpa sayap itu mengeluh? Apa yang ia lakukan? Apa ia hanya tidur kembali? Mereka memang manusia, ingat yaa “ibu” masih seorang manusia biasa. Tapi, sebenarnya “ibu” itu sedikit istimewa. “ibu” memiliki naluri, naluri keibuan yang bagaimana pun ‘tidak pedulinya’ seorang ibu kepada anaknya, pasti di dalam lubuk hatinya ia masih memiliki naluri itu.. Ibu adalah seorang yang sangaaaaaaaaaaaaaat dan benar-benar tegar. Ia takkan pernah menitikkan air matanya. Namun kadang ia merasa dunia terlampau keras menyulitkannya, saat itulah ia bersedih hati dan menangis. Tapi ketika ia sadar bahwa seorang Ibu itu berperan penting sebagai penyangga atau tonggak buat keluarganya, ia pun kembali kuat. Tentu saja demi anaknya. Seorang ibu, pastilah menyayangi anaknya. Baginya, anak adalah segalanya. Dan bagi seorang anak ibu adalah segalanya melebihi apapun juga u,u
            Ibu memang penting. Sangat berharga lebih dari harta dunia sejenis apapun. Ayah juga seperti itu. kita lahir, pasti berkat jasa seorang ayah juga. Iya, ayah. orang yang patut kita hargai setelah ibu. Seorang kepala keluarga dan salah satu alasan untuk kita bahagia.

            Rumah, tempat dimana ibu dan ayah tinggal. Tempat dimana kamu dibesarkan dan diberitahu tentang kuasa Tuhan dan maha karya-Nya yang begitu indah, seperti apa yang kita sebut dengan KELUARGA :’)

No comments:

Post a Comment