Hai hai semuaaaa :D lama tak jumpa! Bonjour. Morning. Annyeounghaseyo~
Dan Selamat pagi tentunya, duniaaaaa. Hehehe. Sudah beberapa hari terakhir saya
tidak sempat berceloteh panjang lebar di blog ini. Yaa, maklumlah, saya kan
pelajar. Tiap hari tugasnya belajar *jangansooook~ -,- wkwkwk. Oh iya, buat
entri kali ini, saya mau cerita tentang orang yang paling dekat sama kita…
Keluarga, yaah pokoknya seperti itulah J
Keluarga. Takdir. Hadiah. Iya, keluarga itu anugerah. Nikmat
paling berharga yang Tuhan titipkan ke kita, khususnya para manusia yang sering
buat salah seperti kita ini… pernah dengar ga? lagu judulnya my mother yang
penyanyinya Yusuf Islam itu? Waah, suka sekali dengar liriknya :3 touching sekali
pake ‘banget’ pokoknya. *hiks, jadi terharu -_- lagu yang judulnya my mother
ini, *Ituloh yang sering saya putar sampai buat nangis sesungukan* ceritanya
itu tentang seorang anak yang bertanya soal siapa yang lebih penting dan perlu
didahulukan buat anak ini sayangi setelah Allah dan Rasulullah… dan ternyata
nama “ibu” itu di sebutkan 3 kali berturut turut barulah nama “ayah”. Nah loh,
artinya apa dong? Yaa jelaslah, ibu itu sangat sangatlah penting buat kita. Dia
yang dengan sabar menunggu, merawat, menjaga dan menyayangi kita mulai dari
kita masih di dalam kandungan. Bayangin deh 9 bulan 10 hari seorang ibu dengan jabang bayi didalamnya. Belum
lagi waktu persalinan. Iya, pas kita lahir, pasti sakit sekali penderitaan yang
seorang ibu alami ;( Bayangin loh, melahirkan kita itu bisa jadi antara hidup
dan mati! Wah, salut deh buat ibu-ibu sedunia, khususnya buat mama saya
tentunya *ciee :’) seperti liriknya “my mother” yang satu ini… huhuhu, terharu
sekali rasanya. Pas kena di hati pokoknya~ aaaaaaah…
“Because
who used to feed you and always be with you. And when you were sick, she stayed
up all night, holding you tight. That’s right, your mother. My mother!~”
Pernahkah seperti itu? waktu sakit, dengan wajah
innocent, apalagi waktu masih kecil, mungil, polos, belum ngerti apa-apa dan
hanya bisa teriak, menangis, sambil mengadu tengah malam kepada seorang
malaikat yang begitu tegar bergelar “ibu” dan bilang dengan sejujur-jujurnya
kalau kita sakit. Dan setelahnya, apa yang kalian lihat? Apa malaikat tanpa
sayap itu mengeluh? Apa yang ia lakukan? Apa ia hanya tidur kembali? Mereka
memang manusia, ingat yaa “ibu” masih seorang manusia biasa. Tapi, sebenarnya “ibu”
itu sedikit istimewa. “ibu” memiliki naluri, naluri keibuan yang bagaimana pun
‘tidak pedulinya’ seorang ibu kepada anaknya, pasti di dalam lubuk hatinya ia
masih memiliki naluri itu.. Ibu adalah seorang yang sangaaaaaaaaaaaaaat dan
benar-benar tegar. Ia takkan pernah menitikkan air matanya. Namun kadang ia
merasa dunia terlampau keras menyulitkannya, saat itulah ia bersedih hati dan
menangis. Tapi ketika ia sadar bahwa seorang Ibu itu berperan penting sebagai
penyangga atau tonggak buat keluarganya, ia pun kembali kuat. Tentu saja demi
anaknya. Seorang ibu, pastilah menyayangi anaknya. Baginya, anak adalah
segalanya. Dan bagi seorang anak ibu adalah segalanya melebihi apapun juga u,u
Ibu memang penting. Sangat berharga lebih dari harta
dunia sejenis apapun. Ayah juga seperti itu. kita lahir, pasti berkat jasa
seorang ayah juga. Iya, ayah. orang yang patut kita hargai setelah ibu. Seorang
kepala keluarga dan salah satu alasan untuk kita bahagia.
Rumah, tempat dimana ibu dan ayah tinggal. Tempat dimana
kamu dibesarkan dan diberitahu tentang kuasa Tuhan dan maha karya-Nya yang
begitu indah, seperti apa yang kita sebut dengan KELUARGA :’)
.jpg)
No comments:
Post a Comment